My Diary
Pagi itu hujan turun sangat deras, setelah turun dari mobil Moca segera lari masuk ke dalam sekolahannya. Saat ia lari, Moca tidak sadar bahwa ia menjatuhkan buku diary kesayangannya. Buku itu jatuh di dekat pintu gerbang sekolahhannya. Sesampai di kelasnya Moca duduk dan ingin menulis diary, tiba-tiba ia melihat resreting bagian depan tasnya terbuka. Moca langsung terkejut sebab buku diarynya hilang, saat itu sahabat Moca yang bernama Caramel datang menghampiri Moca dan bertanya "Kenapa kamu telihat cemas?" Moca pun menjawab dengan rasa kecewa "Buku diary kesayanganku hilang."
Caramel terkejut dan bingung kenapa hal tersebut dapat terjadi. Moca menjelaskan semua kejadian tadi pagi, lalu Caramel mengajak Moca untuk mencari buku diary tersebut di sekitar kelasnya. Moca merasa kecewa dan khawatir karena di dalam diary itu berisi cerita hidupnya. Ia takut jika ada orang yang mengetahui semua kesukaan, masalah yang pernah ia alami, dll. Caramel dan Moca masih terus berjalan dan mencari-cari keberadaan buku diary Moca.
Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundak Moca, Moca pun terkejut dan langsung menoleh. Ternyata itu adalah guru yang mengajar di kelas Caramel dan Moca pada saat pagi itu dan berkata "Kalian berdua kenapa masih disini, sekarang sudah bel jam masuk pelajaran sudah berbunyi." Moca dan sahabatnya pun segera pergi ke kelasnya. Selama pelajaran berlangsung Moca tidak bisa konsentrasi karena ia memikirkan keberadaan buku diary miliknya. Caramel pun ikut bersedih atas kejadian hal tersebut meskipuin itu bukan buku miliknya.
Saat jam istirahat Moca dan Caramel makan bersama sama teman-teman yang lain di meja kantin. Selera makan Moca turun di kantin ia hanya diam saja, teman-teman menghibur Moca agar tidak merasa bersedih. Seseorang menghampiri Moca dan berkata "Apakah kamu yang bernama Moca?" Moca pun terkejut sambil berkata " iya, aku Moca." Seseorang itu berkata "Ini buku diarymu, aku menemukannya di dekat gerbang." Moca langsung berdiri dan mengambil buku diary tersebut, berkata 'Terima kasih kamu sudah menemukan buku diary kesayanganku." Seseorang itu menjawab "iya, sama- sama." dan memperkenalkan dirinya kepada Moca "Namaku Cappucino." Moca pun menerima perkenalan diri dari Cappucino.
Moca pun sangat senang karena bisa menemukan buku diarynya. Caramel bertanya kepada Moca "Moca apakah Cappucino itu membaca buku diarymu?" Moca pun baru berfikir bahwa kemungkinan Cappucino itu telah mengetahui semua isi diary tersebut. Moca pun kembali khawatir terhadap hal tersebut. Saat jam pulang sekolah Moca memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Cappucino dan berkata "Cappucino, aku ingin bertanya, apakah kamu sudah membaca isi diaryku ini?" Cappucino tersenyum dan menjawab "Tenang saja aku tidak membacanya, tetapi aku hanya membuka bagian depan yang tertuliskan Moca Diary, aku pun tersadar bahwa itu adalah buku pribadimu yang tidak sembarang orang boleh membacanya tanpa ijin pemiliknya. Maka aku langsung menutupnya lagi dan segera mengembalikannya kepadamu." Moca pun diam dan tak bisa menjawab apa-apa lagi karena ia merasa bahwa Cappucino itu benar-benar orang yang baik hati dan bijaksana.







0 komentar:
Posting Komentar